Saturday, February 27, 2010

(50 ) Issue Kotemporer 2010: Sistem Pemerintahan dalam Bible dan Al Quran.

Creative AlQuran Study.
Al Quran gives the true solution
Book Seri III.DAKWAH-PENCERAHAN AGAMA ISLAM.
Abdullatif.

Assalamu'alaikum wr.wb
Semoga ALLAH melindungi saya dari tipu daya setan terkutuk dalam
menjelaskanayat2 di bawah ini.

Bismilahirrahmanirrahiim.
Hai orang-orang yang beriman, (1) taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan(2) ulil amri di antara kamu. QS 4:59.

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya.Dan kalau mereka menyerahkannya kepada ( 1) Rasul dan( 2 ) Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). QS.4:83.

Rosululloh bersabda: "Dengar dan patuhi pemimpin kalian, sekalipun ia memukul punggungmu dan mengambil paksa hartamu(Tax)." (HR. Muslim)

Perintah ALLAH kpd Nabi Isa as.
Everyone must obey state authorities, because no authority exists without God's permission, and the existing authorities have been put there by God.
Whoever opposes the existing authority opposes what God has ordered
Roman 13:1-2)

Dari wahyu2 ALLAH diatas itu jelaslah bagi kita bahwa Nabi2 wajib mentaati pemerintah yang syah waktu nabi2 itu datang sebagai utusan ALLAH. Dilarang sekali untuk menentang dan membrontak kepada pemerintahan yang syah.

Dengan kata lain, ALLAH tidak pernah memerintahkan kepada Nabi2 baik nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw untuk mendirikan negara agama ALLAH.
yaitu baik agama Syarita islam maupun agama syariat Kristen.

Dari wahyu ALLAH kpd nabi Isa as, kurang jelas pemisah antara agama dan pemerintah.

Tapi di al Quran, perintah ALLAH di Injil diperjelas bahwa pimpinan setiap agama terpisah dgn pimpinan pemerintahan (Ulil Amri)

Dengan wahyu2 ALLAH diatas itu jelaslah bagi kita sekarang bahwa Pemerintahan agama katolik di abad 13 di Eropah adalah tidak benar---dan begitu pula negara2 Saudi dan Iran yang mendirikan negara Syariat islam adalah tidak benar, menyalahi peraturan2 ALLAH diatas itu.

Jadi pemerintaan atau Ulil Amri itu haruslah berlaku netral kpd semua agama2 barulah akan terjadi kedamaian dan keharmonian dalam masarakat yang plural ini.

Demikianlah wahuy2 ALLAH diatas itu semoga dapat memperbaiki --AQIDAH-- kita selama ini dimana Ulama2 Islam Fundamentalis masih ingin mendirikan negara Syariat islam yg diskriminasi.

Semoga ulama2 Islam Fundamentalis mendapat hidayah dari ALLAH,amien

Wassalamu'alaikum wrwb.

BAGAIMANA MENGUKUR SEORANG MUSLIM YANG SUKSES.
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/265

No comments: